Sederhana Itu Nikmat

Menjadi sederhana itu nikmat. Sungguh nikmat.

Bila kita adalah seorang mahasiswa yang diberi uang saku pas-pasan dari orang tua, maka bersyukurlah. Karena mengalami masa-masa itu adalah pengalaman yang sangat berkesan. Teringat dulu saat masih menjadi mahasiswa, karena memang jatah bulanan saya pas-pasan, saya membatasi pengeluaran saya untuk makan. Sehari dua kali, tidak lebih dari Rp 12.000. Jadi, kalau pagi sudah makan Rp 5.000, sore atau malam harus makan Rp 7.000. Tapi kalau pagi sudah makan Rp 8.000, ya terpaksa malam harus makan seharga Rp 4.000. Meski aturan ini tak sepenuhnya berjalan sebagaimana mestinya, tapi setidaknya beginilah patokan yang harus saya turuti.

Continue reading

Advertisements