Aku dan Cinta: First Love

First love atau cinta pertama. Bukan istilah yang asing lagi bagi kita. Setiap masing-masing kita memiliki kisah sendiri bagaimana perasaan cinta itu muncul pertama kali.  Saya rasa, bagi kebanyakan orang,  cinta pertama hadir saat mereka mulai tumbuh dewasa, saat masih remaja, saat baru pertama kali merasa adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Dan hanya sedikit sekali di zaman ini mereka yang baru merasakan cinta pertama saat sudah tumbuh dewasa.

Ya, cinta. Anggaplah begitu. Sebenarnya pemaknaan akan cinta pertama sendiri tidak terlepas dari bagaimana seseorang memaknai akan arti cinta itu sendiri. Saya sendiri, meyakini bahwa pemaknaan cinta setiap orang akan berubah seiring berjalannya waktu. Mereka yang baru menginjak bangku SMP, mereka yang baru berseragam SMA, mereka yang sedang kuliah, atau mereka yang sedang menjalani hari-harinya pasca kuliah memiliki pengertian yang berbeda tentang arti cinta. Makna akan cinta itu akan berkembang sesuai dengan pengalaman dan pemahaman hidup kita, seiring dengan usia dan kedewasaan seseorang. Jadi, bagaimana mungkin cinta pertama itu hanya datang satu kali?  Tidak, cinta pertama itu akan datang berkali-kali seiring dengan berubahnya makna cinta itu sendiri bagi seseorang. Hanyasaja dengan syarat, pemaknaan cinta itu memilik makna baru dan bisa menghapus makna cinta sebelumnya. Indikasi yang paling jelas, saat ini kita tak bisa lagi mencintai yang dulu pernah kita cinta.  Bukankah kita pernah merasa begitu? 🙂

Continue reading

Advertisements