Merantau

Pagi ini saya menemukan sebuah syair dari Al Imam Asy Syafi’i tentang Merantau. Begitu dahsyat !

Orang pandai dan beradab tak tenang diam di kampung halaman
Tinggalkanlah negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah, nanti kan kau dapatkan pengganti kerabat dan teman
Berletihlah, manisnya hidup terasa setelah letih berjuang
Sungguh aku melihat air yang diam jadi rusak karena tertahan
Jika mengalir jadi jernih, jika tidak dia ‘kan keruh menggenang
Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika saja matahari tak bergerak dan terus diam,
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang barulah ramai diperebutkan
Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota bagaikan emas jadi incaran

(sumber: Belajar Bahasa Arab Facebook Fans Page)
Continue reading

Advertisements