Jazakillah Akhi…

Suatu waktu, ada salah seorang teman perempuan berkomentar di status saya,”jazakillah akhi…”. Glekk! Maksud lo?

Ya, perasaan saya waktu itu jadi campur aduk, antara sebel sama geli, antara pengen marah sama pemakluman. Meskipun saya belum selesai belajar bahasa Arab di Mustawa Tsani (jenjang kedua), meskipun juga belajar Durusul Lughoh jilid II belum tamat, tapi -wabillahi taufiq- saya sudah bisa membedakan mana ungkapan untuk laki-laki dan mana untuk perempuan. Ungkapan jazakillah adalah ungkapan terima kasih yang ditujukan untuk perempuan karena “ki” di sini adalah kata ganti (dhomir) untuk perempuan (muannats). Karena itu, waktu itu saya agak sedikit geli. Sedikit si, tapi banyak sebelnya, hehe…

Selang beberapa waktu, saya menemukan kata yang tidak pas di tempat lain. Sepertisyafakillah, yang merupakan do’a untuk orang yang sakit tapi ditujukan untuk seorang laki-laki. Glekk (lagi)! Bukannya malah sembuh, bisa-bisa orang itu jadi tambah panas dikatain seperti perempuan. Ada lagi yang lebih parah, pada ungkapan barakallah. Mungkin ingin menyamakan dengan ungkapan jazakillah dan syafakillah, maka ungkapan barakallahuntuk perempuan diganti menjadi barakillah, what??
Continue reading

Advertisements