Cinta…


Pukul 17.16. Lima belas menit lagi adzan Maghrib waktu Jungkat dan sekitarnya. Sebelum itu, mari sedikit berbicara tentang cinta, ahahay…

Cinta itu apa ya? Ini bukan tentang cinta seorang ibu kepada anaknya, atau cinta kakak terhadap adiknya, atau cinta seorang pemain bola kepada klub yang membesarkannya. Hmmm, tapi cinta yang biasa kita suka sebut kalau sedang terjangkit virus merah delima, eh merah jambu dink…

17.19. Kurang dua belas menit lagi. Harus cepet-cepet diselesaikan tulisan ini.

Baiklah, langsung saja. Cinta itu, emmmmm, gimana y? Disuruh buru-buru si, jadi gak fokus ini.

Cinta itu, eh, aku percaya, hmmm, maksudnya, cinta yang seperti itu sejatinya hanya bisa dirasakan ketika sudah menikah. Loh koq? Iya, udah percaya aja.

Jadi, kalau kamu ngelihat aku baikin kamu itu bukan karena cinta. Atau aku nanyain kamu waktu kamu lagi sakit, itu bukan karena cinta. Atau, kalau aku lagi baik mau nganter kamu kemana kek gitu, itu bukan atas nama cinta.

Terus apa itu? Hmmmm, sebut saja namanya, emmmm, apa ya, haha….kata orang tua si simpati.

Intinya, cinta itu tak mungkin datang ujug-ujug. Dia muncul karena berproses. Dari kecil membesar. Kadang udah besar terus kecil lagi.

Dan yap, udah 17.24. Tinggal tujuh menit lagi saudara-saudara.

Dan yap, cinta itu butuh ujian. Seperti keimanan, cinta itu pun perlu bukti. Jadi kalau belum diuji jangan pernah bilang aku cinta kamu. Itu bohong. Gombal.

Nah, sayangnya, kalau bisa dibilang begitu, ujian itu akan sempurna ketika sudah menikah. Jadi kalau cuma pacaran, terus ada masalah, setelah itu baikan lagi, itu namanya bukan ujian. Itu….emmm, namain sendiri lah, hehe…

Ujian itu ya kayak istri lagi hamil, malem-malem hujan-hujan ngidam ketan goreng. Nah itu baru ujian.

Atau udah punya anak, lagi asyik tidur anaknya rewel, nangis terus. Nah itu baru ujian.

17.27. Waw, empat menit lagi.

Atau kondisi finansial keluarga sedang bermasalah. Banyak kebutuhan. Pemasukan kurang. Ngutang sana-sini. Itu baru ujian.

Yap begitulah. That’s just what I think. Eh, englishnya bener gak ya, haha…

Jadi, mari mengatakan cinta pada saat yang tepat, tempat yang tepat, dan tentunya pada orang yang tepat, haha…

Yap, 17.29. Saatnya direview sebelum dipublish…..

Wew, ternyata udah 17.32 belum adzan juga. Yasudahlah, dipublish aja, dan mari lihat berapa yang ngelike dan komen, hahahahaha….ngarep bangeet…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s