Amin atau Aamiin?


Beberapa hari ini saya tertarik dengan adanya pembahasan mengenai perbedaan antara lafadz amin dan aamiin.  Pagi ini, saya mencoba menilik lebih jauh tentang masalah itu. Kemudian saya mengetikkan kata kunci “beda amin amiin” di situs search engine.  Saya mendapatkan banyak sekali situs yang membahas permasalahan itu.  Di situs-situs tersebut dijelaskan apa perbedaan antara lafadz amin, aamin, amiin, dan aamiin.  Amin berarti aman, Aamin berarti meminta perlindungan keamanan, Amiin berarti jujur terpercaya, dan Aamiin berarti kabulkanlah. Tapi yang saya lihat dari situs-situs tersebut, kebanyakan hanya asal kopas, bahasa dan penjelasaannya hampir sama. Hanyasaja sebagian ada yang mengambil seluruhnya, yang lain hanya mengambil intinya saja.  Ketika saya mencari-cari lebih jauh, saya tidak menemukan tulisan arabnya dari kata-kata tersebut, kecuali beberapa situs saja.

Yang saya soroti dalam permasalahan ini bukan tentang keaslian sumber dari penjelasan akan lafadz tersebut. Insya Allah semua itu benar.  Tetapi tentang penggunaan huruf latin sebagai transliterasi lafadz-lafadz tulisan Hijaiyah ke tulisan latin. Berikut saya mencoba membahasnya berdasarkan pemahaman yang pernah saya peroleh.

Sebenarnya pengucapan huruf Hijaiyah ke huruf Latin tidaklah sama. Huruf  ب  saja misalnya, jika dalam pengucapan dalam bahasa Arab, kaidahnya kedua bibir harus ditangkupkan/bertemu.  Hal ini tidaklah sama dengan huruf ‘b’ yang pada dasarnya memang tidak ada kaidah khusus. Kemudian huruf  ت , dalam pengucapan bahasa Arab, aturannya ada desisan kecilan yang menyertai pengucapannya. Jadi tidak murni berbunyi ‘ta’, tapi ada sedikit desisan yang keluar (seperti bila kita mendengar Imam membacar surat Al Lahab ayat 1 saat shalat).  Satu lagi, misalnya huruf ج.  Dalam literasi bahasa Arab, pengucapan huruf ini tidak boleh ada udara yang keluar dari mulut. Maksudnya? Mudahnya, kita taruh telapak tangan kita di depan mulut, lalu ucapkan ‘ja’ tapi jangan sampai ada udara yang keluar dari mulut kita.  Telapak tangan pasti terasa bila ada udara yang masih keluar dari mulut. Nah, begitulah huruf-huruf Hijaiyah dilafadzkan.

Sementara itu, transliterasi huruf Hijaiyah ke huruf latin pada dasarnya sudah ada kaidahnya. Misalnya huruf خ , jika pada tulisan latin ditulis ‘kh’.  Atau huruf ث, dalam tulisan latin ditulis ‘tsa’.  Nah, bila ada huruf bervokal panjang (atau dikenal dengan huruf mad), maka transliterasinya dengan membuat satu garis diatasnya. Misalnya عبد الله maka transliterasinya ‘Abdullāh. Atau اد دين maka transliterasinya ad-dīn.  Bagaimana dengan amin yang berarti kabulkanlah? Amin yang berarti kabulkanlah ditulis dengan menjamkan huruf hamzah dan mim. Jadi ditulis آمين.  Bila penulisan kata ini mengikuti transliterasi yang baku, maka penulisannya menjadi āmīn dengan masing-masing pada huruf a dan i diberi garis atas. Jadi bagaimana dengan penulisan kata “aamiin”? Menurut hemat saya, penulisan kata “aamiin” ini disebabkan oleh tidak adanya fasilitas pada kebanyakan keyboard komputer/laptop.  Mereka yang telah dihidayah oleh Allah untuk mengetahui perbedaan kata-kata amin khawatir bahwa mereka akan salah arti bila tidak menuliskan dengan kata “aamiin”. Sehingga mereka menggunakan huruf a dobel dan i dobel sebagai ganti garis atas pada huruf tersebut.  Allahu a’lam.

Kemudian terakhir, bila kita melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata amin itu sebenarnya sudah memiliki arti : terimalah; kabulkanlah; demikianlah hendaknya (dikatakan pd waktu berdoa atau sesudah berdoa) (partikel).  Jadi kata ‘amin’ itu sendiri sudah menjadi kata serapan dalam bahasa Indonesia.

Sebagai konsklusi, di sini saya hanya ingin menyampaikan bahwa tidak perlu menyalahkan mereka yang menulis kata آمين dengan ‘amin’ saja.  Sesuai EYD, kata tersebut sudah bermakna “kabulkanlah”. Jadi tidak harus memaksakan kepada orang lain untuk menggunakan kata “aamiin” sebagai transliterasi kata tersebut. Terlebih bila kita belum mengetahui ilmu bahasa Arab dengan benar, hanya ikut-ikutan trend yang terkadang entah darimana asalnya. Allahu a’lam.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_alih_aksara_Arab_ke_Latin
http://www.kamusbesar.com/1327/amin
http://alfin-noor.blogspot.com/2011/03/perbedaan-arti-kata-amin.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s