Sederhana Itu Nikmat

Menjadi sederhana itu nikmat. Sungguh nikmat.

Bila kita adalah seorang mahasiswa yang diberi uang saku pas-pasan dari orang tua, maka bersyukurlah. Karena mengalami masa-masa itu adalah pengalaman yang sangat berkesan. Teringat dulu saat masih menjadi mahasiswa, karena memang jatah bulanan saya pas-pasan, saya membatasi pengeluaran saya untuk makan. Sehari dua kali, tidak lebih dari Rp 12.000. Jadi, kalau pagi sudah makan Rp 5.000, sore atau malam harus makan Rp 7.000. Tapi kalau pagi sudah makan Rp 8.000, ya terpaksa malam harus makan seharga Rp 4.000. Meski aturan ini tak sepenuhnya berjalan sebagaimana mestinya, tapi setidaknya beginilah patokan yang harus saya turuti.

Continue reading

Advertisements

Hari Besar Nasional

Hari Jumat kemarin, Hari Raya Qurban, tapi hari ini seolah kita sudah lupa apa makna qurban.

Hari Sabtu kemarin, Hari Listrik Nasional, tapi hari ini sepertinya kita sudah tak ingat komitmen-komitmen terhadap kelistrikan di Indonesia.

Hari ini adalah Hari Sumpah Pemuda.  Jangan-jangan esok hari kita juga akan lupa apa yang telah kita ucapkan hari ini tentang arti penting sumpah pemuda.

Begitulah.  Di negeri ini, hari-hari penting datang silih berganti. Hari Proklamasi, Hari Ibu, Hari Pahlawan, Hari Kebangkitan Nasional, Hari Kesaktian Pancasila, Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Qurban, Hari Peringatan Maulud Nabi, Isra’ Mi’raj, dan lain-lain.  Setiap hari memiliki sejarahnya masing-masing. Biasanya untuk memperingati suatu momen tertentu di masa lampau.  Setiap hari memiliki makna tertentu.  Makna yang sarat akan nilai-nilai yang agung yang akan mengingatkan kita untuk kembali ke jalan yang benar.

Continue reading